LAPORAN PKL
MELAKUKAN TINDAKAN BED MAKING
DENGAN
PASIEN DI ATAS NYA DI RUANG
PERAWATAN
RSUP DR. SITANALA
LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN

OLEH :
INDAH TSAMROTUL FUADAH
NIPD 23241325 / NISN 0087780106
SMK KESEHATAN MUTIARA INSANI
BIDANG KEAHLIAN KESEHATAN DAN
PRAKTIK SOSIAL
PROGRAM KEAHLIAN FARMASI DAN
KEPERAWATAN
KOMPETENSI FARMASI KLINIS DAN
KOMUNITAS TANGERANG
2024/2025
LEMBAR
PENGESAHAN
Telah disahkan dan disetujui
pada :
Hari : Selasa
Tanggal : 17 Juni 2025
Tempat : SMK Kesehatan Mutiara
Insani
Mengetahui,
Pembimbing Lapangan
Pembimbing Sekolah
(Juwita Adiningsih, S.Kep, Ners) (Dhimas Mahardani,
S.Kep)
Mengesahkan,
Kepala Sekolah
SMK Kesehatan Mutiara Insani
(Hj. Yanti Hartanti, ST)
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan kehadiran
Allah SWT. Yang telah melimpahkan rahmat dan karunianya, sehingga pada akhirnya
penulis dapat menyelesaikan laporan prakerin ini yang disajikan dalam buku
sederhana dengan baik. Berikut adalah judul penulisan prakerin yang diambil
oleh penulis :
“MELAKUKAN TINDAKAN BED MAKING
DENGAN PASIEN
DIATASNYA DI RUANG PERAWATAN
RUMAH SAKIT UMUM PEMERINTAH SITANALA”.
Tujuan penulisan laporan ini dibuat sebagai
salah satu syarat mengikuti ujian nasional 2025/2026. Bahan penulisan ini
diambil berdasarkan hasil praktek kerja industri dan beberapa sumber literature
yang mendukung penulisan ini. Penulis ini menyadari menyadari bahwa penulisan
laporan hasil prakerin tidak akan lancar tanpa adanya pembimbingan dan dorongan
dari semua pihak. Oleh karena itu, pada kesempatan ini izinkan penulis untuk
menyampaikan ucapan terima kasih kepada :
1.
Ibu Hj. Yanti Hartanti, ST. Selaku
Kepala SMK Kesehatan Mutiara Insani.
2.
Bapak Dhimas Mahardani, S. Kep
Selaku Kaprodi Sekolah.
3.
Bapak Dhimas Mahardani, S. Kep
Selaku Guru Pembimbing Utama
Prakerin.
4.
Bapak Dr. Afrizal Hasan, MKM,
MARS, QHIA. Selaku Direktur Utama RSUP Dr. Sitanala.
5.
Staf / Karyawan / Guru di
lingkungan SMK Kesehatan Mutiara Insani
6.
Staf / Karyawan di lingkungan RSUP
Dr. Sitanala.
7.
Orang Tua Tercinta Yang Telah
Memberikan Moral Maupun Spiritual.
8.
Rekan – Rekan Siswa Kelas XI
Keperawatan / Farmasi.
Mudah – mudahan laporan ini dapat memenuhi
harapan semua pihak terutama
Siswa – siswi yang ingin
mempelajarinya.
Tangerang, 17 Juni
2025
Penulis
Indah Tsamrotul Fuadah
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI..........................................................................................................V
BAB 1 PENDAHULUAN......................................................................................1
1.1
Latar Belakang
Prakerin.....................................................................................1
1.2
Pengertian
Prakerin............................................................................................1
1.3
Tujuan dan Manfaat
Prakerin..............................................................................2
1.3.1
Tujuan
Umum...................................................................................2
1.3.2
Tujuan
Khusus..................................................................................2
1.3.3
Manfaat
Prakerin..............................................................................2
1.4
Waktu dan Tanggal
Pelaksanaan.........................................................................3
BAB II KEADAAN UMUM RUMAH
SAKIT....................................................4
2.1
Sejarah Rumah Sakit...........................................................................................4
2.2
Visi, Misi, dan Motto Rumah
Sakit.....................................................................5
2.2.1 Visi Rumah Sakit Umum
Pemerintah Dr. Sitanala...............................5
2.2.2 Misi Rumah Sakit Umum
Pemerintah Dr. Sitanala..............................5
2.2.3 Motto Rumah Sakit
Umum Pemerintah Dr. Sitanala............................5
2.3
Struktur Organisasi.............................................................................................6
BAB III TINJAUAN
PUSTAKA...........................................................................7
3.1
Definisi Tempat Tidur Pasien..............................................................................7
3.2
Jenis Alat Tenun..................................................................................................7
3.3
Jenis-Jenis Tempat Tidur Rumah
Sakit..............................................................7
3.4
Prinsip Perawatan Tempat Tidur.........................................................................8
3.5
Bed
Making........................................................................................................8
3.5.1 Definisi Bed
Making............................................................................8
3.5.2 Tujuan Bed
Making..............................................................................8
3.5.3 Indikasi Bed
Making............................................................................8
3.5.4 Klasifikasi Bed
Making.......................................................................9
3.5.5 Alat - Alat Yang
Digunakan..................................................................9
3.6
Asuhan Keperawatan........................................................................................10
3.6.1
Pengkajian.........................................................................................10
3.6.2 Intervensi Tindakan
Keperawatan......................................................10
3.6.3 Implementasi Tindakan
Keperawatan................................................11
3.6.4 Evaluasi.............................................................................................11
BAB IV KEGIATAN
PRAKTEK.......................................................................12
4.1
Persiapan Alat dan Bahan.................................................................................12
4.2
Persiapan
Lingkungan......................................................................................12
4.3
Persiapan Pasien...............................................................................................12
4.4
Prosedur Kerja Berdasarkan
Praktek................................................................13
BAB V HASIL DAN
PEMBAHASAAN.............................................................14
5.1
Hasil.................................................................................................................14
5.1.2 Perbedaan Persiapan
Alat Pada Teori dan Praktek............................14
5.1.2 Perbedaan Prosedur
Kerja Antara Teori dan Praktek..........................14
5.2
Pembahasan......................................................................................................14
5.2.1 Pembahasan Perbedaan
Persiapan Alat Antara Teori dan Praktik......14
5.2.2 Pembahasan Perbedaan
Prosedur Kerja Antara Teori Dan Praktik.....14
BAB VI
PENUTUP...............................................................................................15
6.1
Kesimpulan.......................................................................................................15
6.2
Saran.................................................................................................................15
6.2.1 Saran Untuk
Sekolah..........................................................................15
6.2.2 Saran Untuk Rumah
Sakit..................................................................16
6.2.3 Saran Untuk
Siswa/i...........................................................................16
DAFTAR
PUSTAKA............................................................................................17
LAMPIRAN 1 GAMBAR ALAT DAN
BAHAN..............................................18
LAMPIRAN 2 GAMBAR TARGET
LAMPIRAN 3 GAMBAR ADL
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Prakerin
Praktek Kerja Industri adalah pola
penyelenggaraan kegiatan pembelajaran melalui jalur pendidikan luar sekolah
(Dunia Usaha / Dunia Industri) yang relevan bidang keahlian yang dipilih.
Praktek kerja industri memberi pengalaman belajar bagi peserta didik untuk
mengembangkan kemampuan dalam memberikan pelayanan dasar keperawatan bagi siswa
SMK kesehatan. Berdasarkan praktek yang saya lakukan di RSUP Dr. Sitanala
banyaknya kasus keperawatan yang ada di lapangan adalah melakukan bed making.
Laporan ini saya ambil sebagai salah satu syarat kelulusan karena mengambil
judul laporan “Melakukan Bed Making”.
Praktek kerja industri dilakukan untuk
kompetensi lulusan didukung oleh sarjana yang menandai sekolah. Sesuai dengan
ketentuan dalam Pratktek Kerja Industri (PRAKERIN) atau Praktek Kerja Lapangan
(PKL) dilaksanakan selama 2 bulan.
1.2 Pengertian Prakerin
Prakerin adalah suatu kegiatan pendidikan
pelatihan dan pembelajaran yang dilakukan didunia usaha atau dunia industri.
Dalam upaya pendekatan atau untuk meningkatkan mutu para siswa-siswi Sekolah
Menengah Kejuruan (SMK).
Prakerin merupakan singkatan dari
Praktek Kerja Industri. Dengan adanya prakerin ini diharapkan siswa dapat
menambah bekal untuk masa depan yang akan mendatang.
1.3 Tujuan dan Manfaat Prakerin
1.3.1 Tujuan Umum
•
Menghasilkan tenaga kerja yang
memiliki keahlian profesional dengan tingkat pengetahuan, keterampilan, dan
etos kerja yang sesuai dengan tuntunan
lapangan kerja.
•
Memperkokoh “kesesuaian” antara
sekolah dengan dunia kerja memberi pengakuan dan penghargaan terhadap
pengalaman kerja sebagai bagian dari proses pendidikan.
•
Meningkatkan efisien proses
pendidikan dan pelatihan tenaga kerja yang berkualitas professional.
•
Untuk mencapai Visi dan Misi SMK MUTIARA
INSANI
1.3.2 Tujuan Khusus
•
Membantu siswa memahami pengertian
Prakerin, membantu siswa agar cepat beradaptasi dilokasi prakerin, membantu
siswa agar mampu berkompetensi dan bekerja secara maksimal, membantu siswa
dalam hal etika, tata tertib dilokasi prakerin, serta membantu siswa dalam
mengenal variasi lokasi prakerin.
•
Memberikan latihan kepada siswa
untuk sikap siap mental dalam menghadapi tantangan dunia nyata dan lingkungan
kerja.
•
Mendapatkan pendidikan dan
pelatihan serta pengalaman kerja yang sesungguhnya.
1.3.3 Manfaat
Prakerin
1.1 Memiliki kemampuan,
keahlian, dan keterampilan kerja yang professional sesuai dengan standar LSP2.
Meningkatkan rasa percaya diri yang akan mendorong untuk meningkatkan keahlian
dan keterampilannya.
1.4 Waktu dan Tanggal Pelaksanaan
Tempat : RSUP DR.
SITANALA
Tanggal : Dimulai dari
tanggal 8 April 2025
Waktu Pelaksanaan :
1. Shift Pagi : 07.30 – 14.30 WIB
2. Shift Siang : 14.30 – 21.30
WIB
BAB II KEADAAN RUMAH SAKIT
2.1 Sejarah Rumah Sakit
Pada tahun 1951 Departemen Kesehatan
RI mendirikan “Rumah Sakit Sewan”
yang merupakan pemindahan dari Leprosarium Lenteng Agung Sewan terletak di Desa
Karangsari Kampung Sewan Tangerang dengan luas ±54 hektar. Pada tanggal 28 juli
1951 : diresmikan oleh Ny.Rahmi Hatta selaku Ibu Wakil Presiden RI Pertama.
Pada tahun 1962 Rumah Sakit Sewan dirubah namanya menjadi “Pusat Rehabilitasi Sitanala” oleh Menteri Kesehatan RI saat itu
Prof. Dr. Satrio, untuk menghargai jasa seseorang dokter yang pertama kali
menangani penderita kusta yaitu JB. Sitanala. Pada tahun 1978 selanjutnya “Pusat Rehabilitasi Sitanala” menjadi “RSK. Dr. Sitanala Tangerang” dengan
keputusan Menteri Kesehatan Nomor 140, tahun 1978. RSK. Dr. Sitanala merupakan
Unit Pelaksanaan Teknis (UPT) dilingkungan Depkes RI. Dan berada dibawah
tanggung jawab langsung kepada Direktorat Jenderal Pelayanan Medik.
Pada tahun 2009 “RSK. Dr. Sitanala Tangerang” ditetapkan
menjadi “Rumah Sakit Khusus Kelas A”, Berdasarkan
keputusan Menteri Kesehatan RI No. 199/MENKES/IIII/2009, tanggal 16 maret 2009.
Pada tahun 2010 “RSK. Dr. Sitanala” ditetapkan menjadi “Rumah Sakit PKBLU”, Berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan RI No.
4/KMK.05/2010, tanggal 5 januari 2010. RSK. Dr. Sitanala Terakreditasi Penuh
Tingkat Dasar, berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan RI No.
HK.03.01/C.III/SK/2010,
tanggal 26 juli 2010. Berjalannya waktu terus berkembang dan sejak November
2019 telah bertransformasi menjadi “RSUP
Dr. Sitanala” yang saat ini dipimpin oleh Direktur Utama dr. H.
Afrizal Hasan, MKM.
2.2 Visi, Misi, dan Motto Rumah sakit
2.2.1 Visi Rumah Sakit Umum Pemerintah
Dr. Sitanala
Rumah Sakit bertaraf level
Asia yang memiliki Pelayanan Unggulan dengan Pertumbuhan Berkelanjutan.
2.2.2 Misi Rumah Sakit Umum Pemerintah
Dr. Sitanala
1.
Memperbaiki fasilitas pendukung
dan waktu tunggu pelayanan untuk meningkatkan kepuasan pasien.
2.
Meningkatkan produktivitas kerja
dengan melakukan perbaikan sistem remunerasi, pelatihan dan pengembangan karir
yang berkeadilan.
3.
Standarisasi pelayanan dengan
Panduan Praktek Klinis (PPK) dan clinical pathway, serta peningkatan riset
medis.
4.
Memperbaiki sistem, proses dan
manajemen operasional rumah sakit secara efektif dan efisien melalui
digitalisasi pelayanan.
5.
Mengampu rumah sakit daerah untuk
turut serta dalam peningkatan kapabilitas jaringan rumah sakit dalam skala
nasional secara merata.
6.
Meningkatkan kemampuan
penyelenggaraan pendidikan dan penelitian untuk mendukung pengembangan layanan
berbasis riset.
2.2.3 Motto Rumah Sakit Umum Pemerintah
Dr. Sitanala
“Melayani dengan Senyum,
Sapa, Santun, dan Ramah”
2.3 Struktur Organisasi Rumah Sakit

BAB III TINJAUAN PUSTAKA
3.1 Definisi Tempat Tidur Pasien
Bed Pasien (Ranjang Pasien) adalah
tempat tidur yang biasanya ada di rumah sakit dan digunakan untuk merawat
pasien. Bed pasien ini merupakan salah satu fasilitas kesehatan yang dimiliki
rumah sakit, klinik ataupun pusat kesehatan masyarakat lainnya. Secara umum Bed
pasien berfungsi sebagai media atau tempat yang dipakai untuk orang yang sedang
menjalani perawatan medis.
3.2 Jenis – Jenis Alat tenun
Berikut beberapa
Jenis-jenis alat tenun :
1.
Laken atau seprai besar dengan ukuran 2 × 1,5 m.
2.
Boven Laken atau seprai sedang dengan ukuran
2×1 m.
3.
Stik Laken atau seprei kecil (melintang) dengan ukuran 0,8×1,5m.
4.
Perlak dengan ukuran 0,6×1m dengan
tepi (kiri dan kanan) masingmasing disambung dengan kain 0,5m.
5.
Sarung bantal dengan ukuran 60 ×
40 m.
6.
Selimut dengan ukuran selimut pada
umumnya, yang terbuat dari bahan katun, wol, planel, dll.
7.
Over Laken atau seprei penutup dengan ukuran
2,5 × 2 m.
3.3 Jenis – Jenis Tempat Tidur Rumah
Sakit
Ada beberapa jenis tempat
tidur rumah sakit yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan pasien yang berbeda
beda. Berikut beberapa contoh :
1.
Tempat Tidur Manual : Tempat tidur
yang dapat diatur ketinggiannya secara manual menggunakan engkol atau tuas.
2.
Tempat Tidur Elektrik : Tempat
tidur yang dapat diatur ketinggiannya secara elektrik menggunakan remote
control.
3.4 Prinsip Perawatan Tempat Tidur
Prinsip Perawatan Tempat
Tidur Meliputi :
•
Tempat tidur klien harus tetap
bersih dan rapi.
•
Linen diganti sesuai kebutuhan dan
sewaktu-waktu jika kotor.
•
Penggunaan linen bersih harus
sesuai kebutuhan dan tidak boros.
3.5 Bed Making
3.5.1 Pengertian Bed Making
Menurut Dadan Suradan
Pratama
Bed Making adalah tindakan
merapikan ranjang atau tempat tidur pasien dalam keadaan yang bersih dan rapi.
Proses ini mencakup mengganti seprai, sarung bantal, dan guling serta menjaga
kebersihan sekeliling tempat tidur untuk kenyamanan pasien dan pencegahan
infeksi.
Menurut Sumber dari
Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO)
Bed making didefinisikan
sebagai proses merapikan tempat tidur dengan mengganti alat tenun atau linen
kotor dengan yang bersih pada tempat tidur klien. Tujuannya adalah menciptakan
lingkungan yang bersih, menghindari iritasi kulit akibat lipatan kasur, serta
meningkatkan harga diri klien dengan tempat tidur yang rapi dan nyaman.
Menurut NursesClass.com
Bed making adalah teknik
menyiapkan dan merapikan berbagai jenis tempat tidur untuk kenyamanan klien
sesuai kondisi dan situasinya di institusi kesehatan.
3.5.2
Tujuan Bed Making
Berikut adalah beberapa
tujuan dari bed making :
•
Meningkatkan kenyamanan dan
keamanan pasien
•
Menjaga kebersihan dan kerapian
tempat tidur
•
Mencegah terjadinya cedera atau
kecelakaan pada pasien
•
Meningkatkan efisiensi waktu dan
tenaga perawat
3.5.3 Indikasi Bed Making
Berikut beberapa indikasi bed making
:
•
Pasien baru masuk rumah sakit atau
fasilitas kesehatan.
•
Pasien akan dipindahkan ke ruangan
lain.
•
Pasien telah selesai menjalani
prosedur operasi atau perawatan intensif.
•
Tempat tidur pasien kotor atau
tidak rapi.
3.5.4 Klasifikasi bed making
Berikut adalah klasifikasi
bed making :
1.
Unoccupied bed (Tempat tidur yang belum ada
klien diatasnya)
a.
Closed bed (Tempat tidur tertutup)
b.
Open bed (Tempat tidur terbuka)
c.
Aether bed (Tempat tidur pasca-operasi)
2.
Occupied bed (Tempat tidur dengan klien
diatasnya)
3.5.5 Alat – Alat yang digunakan
1.
Alat tenun bersih
•
Laken
•
Perlak
•
Sarung bantal
•
Stik Laken
•
Selimut
•
APD
2.
Tempat kain kotor yang tertutup
3.
Dua ember kecil berisi larutan
disinfektan (lisol 1%) dan air bersih.
4.
Lap Kerja 3 buah
5.
Sarung tangan
3.6 Asuhan
Keperawatan
3.6.1
Pengkajian
Nama : Ny. S.
Usia : 65
tahun
Jenis Kelamin : Perempuan.
Agama : Islam.
Alamat : Kampung
Cibodas.
Tanggal Masuk : 22 / 04 / 2025.
Tanggal Pengkajian : 22 / 04 / 2025
Data Subjektif
: Pasien mengatakan merasa
kurang nyaman dengan alat tenun yang
kotor.
Data Objektif
: Pasien tampak lemah b.d edema
tungkai.
Diagnosa Medis
: edema tungkai.
3.6.2 Diagnosa Keperawatan : Gangguan rasa nyaman karena
lingkungan yang kotor.
3.6.3
Intervensi Tindakan Keperawatan O : Pantau integritas kulit.
N : Lakukan tindakan bed making.
E : Anjurkan pasien untuk mika-miki.
C : Kolaborasi dengan dokter dalam pemberian
obat.
3.6.4 Implementasi Tindakan
Keperawatan O :
Memantau integritas kulit.
N : Melakukan
tindakan bed making.
E : Menganjurkan pasien untuk mika-miki.
C : Mengolaborasi dengan dokter dalam pemberian
obat.
3.6.5 Evaluasi
S : Klien mengatakan sudah nyaman dan tidak
gatal
O : Klien tampak nyaman
A : Gangguan integritas
kulit b.d edema yang menyebabkan penipisan kulit dan pembengkakan sudah
teratasi.
P : Lanjutkan tindakan bed making secara
berkala
BAB IV KEGIATAN PRAKTEK
4.1 Persiapan Alat dan Bahan
1.
Laken (Seprei besar)
2.
Sarung bantal
3.
Selimut
4.
Handscoon
4.2 Persiapan Lingkungan
1.
Menjaga privasi pasien.
2.
Menutup sampiran tempat tidur.
4.3 Persiapan Pasien
1.
Menjelaskan kepada pasien tujuan
untuk mengganti alat tenun.
2.
Membantu mobilisasi mika-miki pada
pasien.
4.4 Prosedur Kerja Berdasarkan Praktek
1.
Mencuci tangan.
2.
Memakai handscoon dan menyiapkan
alat tenun.
3.
Menutup gorden sekitar tempat
tidur pasien.
4.
Meminta izin pasien untuk
mengambil bantal pasien.
5.
Taruh bantal pasien di bangku.
6.
Memasang penjagaan bed sisi kiri
pasien.
7.
Membantu pasien untuk memiringkan
tubuh ke arah kiri pasien.
8.
Melepas seprei bagian kanan pasien
dan gulung sampai ke tengah bed.
9.
Pasang seprei baru di sisi kanan
pasien hingga setengah bed.
10.
Rapikan seprei dengan masing –
masing sudut seprei di ikat dan pasang ke masing-masing sudut bed sebelah kanan
pasien.
11.
Pasang penjagaan bed bagian kanan
pasien.
12.
Membantu pasien untuk berbalik
badan untuk menghadap ke arah kanan pasien.
13.
Turunkan penjagaan bed sisi kiri
pasien.
14.
Tarik seprei kotor dan letakkan di
lantai untuk sementara.
15.
Tarik seprei baru yang sudah
terpasang setengah bed tadi.
16.
Rapikan seprei dengan mengikat
masing-masing sudut seprei dan pasang ke sudut bed.
17.
Lepas penjagaan bed kiri pasien
dan membantu pasien untuk kembali ke posisi semula, yaitu posisi telentang atau
supine.
18.
Mengganti sarung bantal pasien dan
memakai kan kembali pada pasien.
19.
Memasangkan selimut untuk pasien.
20.
Tanyakan perasaan pasien setelah
di ganti seprei yang baru dan bersih.
21.
Mengambil seprei kotor dan pamit
keluar kepada pasien dan keluarga pasien.
BAB V
Hasil Dan Pembahasaan
5.1 Hasil
5.1.1 Perbedaan Persiapan Alat Pada
Teori dan Praktek
Di RSUP Dr. Sitanala tidak memakai stik
laken, perlak, boven laken karena menyesuaikan SOP di rumah sakit.
5.1.2 Perbedaan Prosedur Kerja Antara
Teori dan Praktek
Di RSUP Dr. Sitanala tempat tidur
pasien tidak dibersihkan dengan desinfektan karena menyesuaikan SOP di rumah
sakit
5.2 Pembahasan
5.2.1 Pembahasan Perbedaan Persiapan Alat Pada Teori dan
Praktek Alasan mengapa di RSUP Dr. Sitanala
mengganti alat tenun tidak memakai seprai kecil dan keranjang kotor karena menyesuaikan
SOP di rumah sakit.
5.2.2 Pembahasan Perbedaan Prosedur Kerja
Antara Teori dan Praktek
Alasan mengapa di RSUP Dr. Sitanala
tempat tidur pasien tidak dibersihkan dengan desinfektan karena menyesuaikan
SOP di rumah sakit.
BAB VI PENUTUP
6.1 Kesimpulan
Melakukan tindakan bed making
merupakan salah satu tindakan kompetensi keperawatan dan dilakukan apabila
klien tidak mampu melakukannya sendiri atau mengalami intoleransi aktivitas,
tindakan melakukan bed making itu berguna untuk memenuhi kebutuhan dasar klien
agar klien selalu tampak nyaman, terutama yang berhubungan dengan keadaan
lingkungan sekitar klien. Tindakan ini biasanya dilakukan setiap hari di RSUP
Dr. Sitanala, atau jika linen (seprai) klien sudah kotor atau terkontaminasi
dengan cairan tubuh klien, seperti (darah ataupun yang lainnya). Diharapkan
klien mendapatkan rasa nyaman dan bersih setelah mengganti seprei dengan yang
baru oleh perawat (petugas medis) dan juga seorang perawat harus pandai serta
dapat mengetahui alat dan bahan yang digunakan serta prosedur kerjanya.
6.2 Saran – Saran
6.2.1 Saran untuk sekolah
Saya menyarankan untuk
pihak sekolah agar lebih memperlengkap alat – alat keperawatan yang belum ada
di lab keperawatan, sebaiknya harus lebih komplit untuk menyediakan alat – alat
kesehatan untuk dipakai saat terjun di lapangan industri, karena tidak setiap
lapangan industri alat-alatnya lengkap, jika di lapangan industri tidak ada
alatnya maka bisa pakai alat sendiri.
6.2.2 Saran untuk rumah sakit
Sebaiknya meningkatkan
kualitas yang belum ada.
6.2.3 Saran untuk siswa/i
1.
Memanfaatkan ilmu yang ada serta
lebih berkembang lagi ke depannya.
2.
Serta menerapkan hasil positif
yang didapat dan lebih memperbaiki diri.
DAFTAR
PUSTAKA
Pengertian bed making menurut Dadan Suradan Pratama
https://www.perumperindo.co.id/bed-making-keperawatan/
Pengertian bed making menurut sumber dari Universitas Muhammdiyah
Ponorogo (UMPO)
https://fik.umpo.ac.id/wp-content/uploads/2023/03/SPO-BED-MAKING.pdf
Pengertian bed making menurut Nurseclass
https://www.nursesclass.com/2021/04/bed-making.html
17
GAMBAR ALAT DAN
BAHAN


18
Komentar
Posting Komentar