LAPORAN PKL

Gambar
  MELAKUKAN TINDAKAN BED MAKING DENGAN PASIEN DI ATAS NYA DI RUANG PERAWATAN RSUP DR. SITANALA   LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN     OLEH :     INDAH TSAMROTUL FUADAH NIPD 23241325 / NISN 0087780106   SMK KESEHATAN MUTIARA INSANI BIDANG KEAHLIAN KESEHATAN DAN PRAKTIK SOSIAL PROGRAM KEAHLIAN FARMASI DAN KEPERAWATAN KOMPETENSI FARMASI KLINIS DAN   KOMUNITAS TANGERANG 2024/2025   LEMBAR PENGESAHAN   Telah disahkan dan disetujui pada :   Hari                   : Selasa Tanggal             : 17 Juni 2025 Tempat              : SMK Kesehatan Mutiara Insani       Mengetahui,       Pembimbing Lapangan        ...

Soal.kasus






 ### Kasus Kesehatan: Hematuria


#### **Soal Kasus:**

Seorang pasien wanita berusia 45 tahun datang ke klinik dengan keluhan adanya darah dalam urin. Ia melaporkan bahwa selama beberapa minggu terakhir, urinannya tampak kemerahan dan kadang-kadang disertai rasa nyeri saat berkemih. Pasien juga mengalami frekuensi buang air kecil yang meningkat dan nyeri pada bagian bawah perut. Pasien memiliki riwayat hipertensi dan pernah menjalani operasi laparoskopi untuk mengangkat batu ginjal dua tahun yang lalu. Ia tidak mengalami demam, tetapi merasa lelah.


#### **Pertanyaan:**

1. **Apa kemungkinan penyebab hematuria pada pasien ini?**

2. **Uji diagnostik apa yang sebaiknya dilakukan untuk mengidentifikasi penyebab hematuria?**

3. **Apa rencana penanganan yang mungkin direkomendasikan untuk pasien ini?**


#### **Penjelasan:**


1. **Kemungkinan Penyebab Hematuria:**

   - **Infeksi Saluran Kemih (ISK):** Hematuria disertai nyeri berkemih dan frekuensi meningkat bisa mengindikasikan infeksi.

   - **Batu Ginjal atau Saluran Kemih:** Riwayat operasi batu ginjal serta adanya rasa nyeri bisa menunjukkan adanya batu yang kembali.

   - **Penyakit Ginjal:** Kondisi seperti glomerulonefritis atau penyakit ginjal polikistik dapat menyebabkan hematuria.

   - **Tumor Saluran Kemih:** Meskipun kurang umum, tumor pada ginjal, kandung kemih, atau ureter bisa menyebabkan hematuria.


2. **Uji Diagnostik yang Dapat Dilakukan:**

   - **Analisis Urin:** Untuk memeriksa adanya darah, infeksi, atau kristal.

   - **USG Abdomen atau Ginjal:** Untuk mengevaluasi adanya batu, tumor, atau kelainan struktural.

   - **CT Scan Abdomen:** Dapat memberikan gambaran yang lebih jelas tentang adanya batu ginjal atau massa.

   - **Sistinoskopi:** Pemeriksaan langsung kandung kemih melalui endoskopi untuk menilai kemungkinan adanya tumor atau sumber perdarahan di kandung kemih.


3. **Rencana Penanganan:**

   - **Antibiotik:** Jika infeksi saluran kemih terdiagnosis.

   - **Pengelolaan Nyeri dan Cairan:** Obat penghilang rasa sakit dan cukup cairan untuk membantu mengeluarkan batu jika itu penyebabnya.

   - **Pembedahan atau Prosedur Minim Invasif:** Jika ditemukan batu yang besar atau tumor.

   - **Monitoring dan Evaluasi Berkala:** Untuk kondisi ginjal atau infeksi kronis yang memerlukan pemantauan lebih lanjut.


Penanganan hematuria memerlukan pendekatan yang tepat berdasarkan diagnosis yang pasti untuk mengatasi penyebab yang mendasarinya dan mencegah komplikasi lebih lanjut.


### Kasus Kesehatan: Dehidrasi dan Masalah Urin


#### **Soal Kasus:**

Seorang pasien pria berusia 60 tahun datang ke rumah sakit dengan keluhan utama rasa haus yang berlebihan, frekuensi berkemih yang meningkat, dan urin yang tampak sangat kuning pekat. Pasien melaporkan bahwa selama seminggu terakhir, ia merasa sangat lelah dan sering mengalami pusing saat berdiri. Pasien juga mengeluh tentang kesulitan untuk makan dan minum karena merasa mual. Riwayat medisnya menunjukkan hipertensi yang tidak terkontrol dan diare ringan yang berlangsung selama beberapa hari.


#### **Pertanyaan:**

1. **Apa kemungkinan penyebab dehidrasi pada pasien ini?**

2. **Apa pemeriksaan yang sebaiknya dilakukan untuk menilai status hidrasi pasien dan fungsi ginjal?**

3. **Apa langkah-langkah penanganan yang tepat untuk mengatasi dehidrasi pada pasien ini?**


#### **Penjelasan:**


1. **Kemungkinan Penyebab Dehidrasi:**

   - **Diare:** Diare ringan yang berlangsung selama beberapa hari dapat menyebabkan kehilangan cairan dan elektrolit, berkontribusi pada dehidrasi.

   - **Kurangnya Asupan Cairan:** Pasien mungkin tidak cukup minum karena rasa mual.

   - **Hipertensi yang Tidak Terkontrol:** Penggunaan obat antihipertensi diuretik dapat menyebabkan peningkatan pengeluaran urin, berkontribusi pada dehidrasi.


2. **Pemeriksaan yang Dapat Dilakukan:**

   - **Analisis Urin:** Untuk mengevaluasi konsentrasi urin (urine specific gravity), yang dapat menunjukkan dehidrasi jika hasilnya tinggi.

   - **Tes Elektrolit dan Fungsi Ginjal:** Tes darah untuk menilai kadar elektrolit (seperti natrium dan kalium) serta fungsi ginjal (urea dan kreatinin).

   - **Pemeriksaan Fisik:** Untuk mengevaluasi tanda-tanda klinis dehidrasi seperti turgor kulit, tekanan darah, dan frekuensi nadi.


3. **Langkah-langkah Penanganan:**

   - **Rehidrasi Oral atau Intravenosa:** Memberikan cairan oral (seperti larutan rehidrasi oral) atau cairan IV (seperti saline isotonik) untuk menggantikan kehilangan cairan.

   - **Perbaikan Diet dan Asupan Cairan:** Menyediakan makanan yang mudah dicerna dan meningkatkan asupan cairan sesuai kebutuhan.

   - **Pengelolaan Gejala:** Mengobati mual dengan obat antiemetik jika diperlukan.

   - **Pengawasan:** Memantau tanda-tanda dehidrasi dan fungsi ginjal secara berkala hingga pasien stabil.



### Kasus Kesehatan: Gangguan Feses


#### **Soal Kasus:**

Seorang pasien pria berusia 50 tahun datang ke klinik dengan keluhan utama feses berdarah dan nyeri perut yang berlangsung selama tiga minggu terakhir. Pasien melaporkan bahwa fesesnya berwarna merah terang dan kadang-kadang disertai dengan lendir. Ia juga mengalami penurunan berat badan yang tidak disengaja dan merasa lelah. Pasien memiliki riwayat penyakit radang usus (IBD) dan baru-baru ini mengalami peningkatan frekuensi buang air besar. Pada pemeriksaan fisik, ditemukan nyeri tekan pada bagian bawah perut.


#### **Pertanyaan:**

1. **Apa kemungkinan penyebab feses berdarah pada pasien ini?**

2. **Uji diagnostik apa yang sebaiknya dilakukan untuk menentukan penyebab gejala feses pasien?**

3. **Apa rencana penanganan yang tepat untuk pasien ini?**


#### **Penjelasan:**


1. **Kemungkinan Penyebab Feses Berdarah:**

   - **Penyakit Radang Usus (IBD):** Gejala seperti feses berdarah dan lendir bisa terkait dengan kolitis ulserativa atau penyakit Crohn, terutama jika pasien memiliki riwayat IBD.

   - **Divertikulitis:** Infeksi atau peradangan pada divertikula di usus besar dapat menyebabkan perdarahan dan nyeri perut.

   - **Hemoroid:** Meskipun kurang umum dalam kasus ini, hemoroid bisa menyebabkan feses berdarah, meskipun biasanya tidak disertai nyeri perut berat.


2. **Uji Diagnostik yang Dapat Dilakukan:**

   - **Kolonoskopi:** Untuk melihat secara langsung kondisi usus besar, mendeteksi adanya ulserasi, polip, atau divertikula.

   - **Analisis Feses:** Untuk mendeteksi darah tersembunyi, patogen, atau keberadaan lendir.

   - **Tes Darah:** Untuk mengevaluasi anemia atau tanda-tanda infeksi dan inflamasi.


3. **Rencana Penanganan:**

   - **Pengobatan Medis:** 

     - **Obat Anti-inflamasi:** Seperti kortikosteroid atau mesalazin untuk IBD.

     - **Antibiotik:** Jika ada infeksi yang terdeteksi.

   - **Perubahan Diet:** Menghindari makanan yang dapat memperburuk gejala.

   - **Pembedahan:** Mungkin diperlukan jika ada komplikasi seperti perforasi atau obstruksi usus.

   - **Pemantauan dan Evaluasi:** Pemantauan kondisi secara berkala untuk menilai efektivitas pengobatan dan memperbarui rencana terapi sesuai kebutuhan.


Penanganan gangguan feses yang disertai dengan gejala seperti darah dan nyeri perut memerlukan diagnosis yang akurat dan perawatan yang tepat untuk mengelola kondisi yang mendasarinya dan mencegah komplikasi lebih lanjut.


Penanganan dehidrasi memerlukan pemantauan yang ketat dan pengelolaan yang tepat untuk memastikan pemulihan yang efektif dan mencegah komplikasi lebih lanjut.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

KISI KISI/BOCORAN/TUGAS

ikm

KISI KISI/BOCORAN/TUGAS